Rabu, 02 Januari 2008

Prosedur pembuatan surat-surat

KTP.
Syarat-syarat
  1. Surat pengantar RT /RW Setempat
  2. Foto copy KK (Kartu Keluarga) yang berlaku
  3. KTP lama (asli)
KK
Syarat-syarat
  1. Surat pengantar RT /RW Setempat
  2. Foto copy KK apabila terdapat perubahan
  3. KK asli
  4. Syarat-syarat pendukung lain jika terdapat perubahan
Akte Kelahiran
Syarat-syarat
  1. Surat pengantar RT /RW Setempat
  2. Foto copy KTP saksi (2 orang)
  3. Foto copy KTP Bapak /Ibu anak yang dicarikan akte
  4. Foto copy KK
  5. Foto copy surat nikah

Pemerintahan Daerah

Pemerintahan Daerah, dalam konteks Indonesia, adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945. Pemerintahan Daerah dapat berupa:

Bencana Alam Sragen

WAKASAD TINJAU BENCANA BANJIR DI SRAGEN

SRAGEN - Bencana alam yang terjadi di wilayah Indonesia di penghujung tahun 2007 telah membawa banyak korban jiwa dan harta yang tidak terhitung jumlahnya. Bencana banjir dan tanah longsor yang hampir merata dan serentak terjadi di seluruh wilayah Indonesia selain merusak infrastruktur dan fasilitas umum juga menghancurkan rumah dan lahan milik penduduk Hal ini mengundang keprihatinan yang mendalam dari seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Dipenghujung tahun 2007 ini, Kabupaten Sragen tidak luput dari bencana. Banjir yang melanda kabupaten sragen kali merupakan banjir terbesar sejak tahun 1966. Korban jiwa dan kerugian harta benda tak terhindarkan. Banjir yang datang secara tiba-tiba dan mendadak tersebut telah merobohkan tak kurang dari 59 rumah, merendam 94 desa dan 16.836 rumah, 7.983 Ha sawah berubah bak lautan, ribuan jiwa hidup dalam pengungsian, 23 jembatan rusak, ribuan ternak hanyut diterjang banjir, dan 5 orang meninggal.

Keprihatinan yang melanda masyarakat Kabupaten Sragen tersebut, mengundang berbagai pihak untuk datang dan memberikan bantuan. Siang ini (02/01), Wakasad, Letnan Jenderal TNI Cornel Simbolon berkesempatan untuk mengunjungi 3 Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang mengalami bencana, yaitu Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, dan Kota Surakarta. Kunjungan Wakasad ini sebagai tindaklanjut Surat Pangdam IV/Dip Nomor: B/2023/XII/2007 tanggal 27 Desember tentang laporan bencana alam di wilayah Kodam IV/Dip.
Wakasad, Letnan Jenderal TNI, Cornel Simbolon dan rombongan tiba di Pemkab Sragen sekitar pukul 13:00 dan disambut oleh Bupati Sragen, H. Untung Wiyono berikut Muspida. Rombongan Wakasad terdiri dari Aster Kasad, Mayjen TNI Hotmangaradja Pandjaitan, Sekretaris Yayasan Patriot Bangsa, Rohadi, dan Bendahara Paguyuban Sekata Dalam Nestapa, Subianto Sp.

Menurut Cornel Simbolon, semua pihak harus melakukan koordinasi dalam upaya pencegahan kemungkinan terjadinya bencana banjir untuk waktu-waktu yang akan datang, mengingat musim hujan masih panjang. “Dalam bulan Desember saja kita sudah mendapat bencana banjir, saya tidak ingin waktu-waktu mendatang, masyarakat menjadi korban lagi, kita masih menghadapi bulan Januari yang biasanya curah hujan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Desember”tutur Cornel Simbolon.

Rasa kepedulian atas terjadinya bencana alam inilah yang mengundang Perwira-Perwira dari Mabes TNI untuk berkunjung Sragen. Dalam kunjungannya Wakasad menyerahkan bantuan secara simbolis melalui Paguyuban Sekata Dalam Nestapa berupa paket sandang, pangan, dan obat-obatan.

Yayasan Sekata Dalam Nestapa merupakan Paguyuban Bantuan Kemanusiaan sebagai wadah perkumpulan dari beberapa pengusaha dengan TNI AD. Paguyuban ini bertujuan untuk menyelenggarakan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang tertimpa musibah bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dan untuk menggugah semangat persatuan dan kesatuan guna mewujudkan kepedulian kepada sesama dengan cara bergotong-royong memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana alam.

Wilayah Kabupaten Sragen mendapatkan kunjungan dari Markas Besar Angkatan Darat, Paguyuban Sekata Dalam Nestapa dengan pertimbangan lokasi Kabupaten Sragen yang mudah dijangkau, banyaknya korban yang memerlukan bantuan, parahnya bencana alam yang dialami, dan sarana transportasi yang lancar menuju lokasi Posko Induk Bencana Banjir.

Sebelum menerima kunjungan Wakasad, Bupati Sragen sempat wawancara dengan wartawan. Bupati Sragen berharap, pengerukan di waduk gajah mungkur sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena sedimentasi sudah cukup tinggi. Yang kedua Bupati mengingatkan agar segera dilakukan pengadukan lumpur-lumpur untuk dibuang agar tidak menimbulkan sedimentasi yang lebih tinggi. Upaya yang tak kalah pentingnya adalah pembuatan dam-dam kecil di sepanjang sungai bengawan solo dan penghijauan kembali hutan-hutan yang gundul. (Hart – Ren – Humas)